Tips Cara Merawat Bayi Baru Lahir

Advertisements
Cara merawat bayi adalah artikel yang akan kami bagikan kepada anda khususnya para ibu hamil yang sebentar lagi akan memiliki momongan. Dan pastinya baru akan merawat bayi merasa  sangat awam akan hal itu, sehingga kami akan mencoba membantu anda memberikan tips serta rekomendasi tentang informasi cara merawat bayi yang baru lahir dengan tepat. Dan kami juga merekomendasikan situs penyedia Ebook tentang cara merawat bayi yang menyediakan buku panduan cara merawat bayi yang berupa ebook untuk bisa anda dapatkan dengan mudah dengan cara membelinya dengan harga yang sangat terjangkau yang dibuat oleh dokter Eiyta Ardinasari.

Membawa pulang buah hati yang baru saja Anda lahirkan di rumah sakit ke rumah tentu saja merupakan hal yang menyenangkan. Tapi sekaligus bisa jadi hal yang mendebarkan dan menakutkan bagi orang tua baru yang belum memiliki pengalaman merawat bayi baru lahir.

Bayi yang baru saja dilahirkan membutuhkan banyak hal, mulai dari pemberian Air Susu Ibu (ASI), penggantian pakaian, mandi, tali pusat, sampai penggantian popok bayi. Sementara beberapa masalah umum yang terjadi pada bayi adalah bayi sering menangis, kerak kepala, ruam popok dan lain sebagainya. Selain dibutuhkan kesabaran dalam merawat bayi baru lahir, Anda juga perlu memiliki pengetahuan agar Anda percaya diri dan mengetahui dengan baik cara melakukannya.

cara merawat bayi

Apabila Anda adalah wanita yang sedang mengandung anak pertama atau ibu muda yang baru saja melahirkan, yuk simak beberapa panduan perawatan dasar bayi baru lahir berikut ini :

1. Penggantian popok
Jenis popok pada umumnya terbagi 2 :

- Popok kain
Jenis popok tradisional ini selain harganya relatif murah, juga hemat karena bisa dipakai ulang. Popok ramah lingkungan ini dapat mengurangi beban bumi akibat penggunaan popok sekali pakai berbahan plastik yang susah untuk diurai.

Bayi baru lahir biasanya akan lebih sering buang air besar, terutama bayi yang minum ASI bisa sampai lebih dari 10 kali setiap harinya. Anda harus siap mengganti popok bayi setiap kali basah karena air seni dan tinja bayi dapat merembes keluar kain sehingga cucian Anda dapat menumpuk.

- Popok sekali pakai
Lebih mahal karena lebih praktis dibandingkan popok kain. Ketika si kecil buang air kecil atau besar Anda hanya perlu membuka pita perekatnya dan langsung dibuang. Popok tidak perlu dibersihkan. Popok jenis ini dilengkapi gel penyerap yang dapat menampung air seni bayi beberapa kali bayi buang air kecil. Ganti popoknya bila terlihat mulai penuh untuk mencegah terjadinya ruam popok atau iritasi di sekitar area popok. .

Memilih popok kain atau sekali pakai keputusannya ada di tangan Anda sebagai orang tua. Yang penting adalah Anda memahami teknik mengganti popoknya. Pada awalnya mungkin akan terasa sangat canggung, tapi seiring waktu Anda akan mahir menguasai keterampilan ini.

Sediakan tissue basah atau lap kain, baskom plastik untuk membasuh bokong bayi, handuk lembut, krim untuk mencegah iritasi dan popok yang bersih. Buka pakaian bayi agar tidak kotor.

Lepaskan popok, angkat kedua kaki bayi Anda sehingga bokongnya terangkat dan usap dengan lembut dengan tissue basah atau lap kain. Untuk mencegah infeksi sebaiknya untuk bayi perempuan usap dari bagian depan ke belakang menjauhi vagina. Basuh bokong bayi dan alat kelamin juga selangkangannya dengan air bersih di baskom yang sudah Anda sediakan sampai benar-benar bersih, lalu keringkan dengan handuk yang lembut.

Setelah betul-betul kering, oleskan krim untuk mencegah iritasi atau ruam popok di bokong dan selangkangan bila diperlukan dan pakaikan bayi Anda popok yang bersih. Ingat, sangat penting untuk mengganti popok bayi Anda yang basah oleh tinja sesegera mungkin dengan popok yang kering untuk mencegah terjadinya iritasi.


2. Tali pusat
Pada umumnya tali pusat akan putus dengan sendirinya ketika bayi berusia 2 minggu. Biarkan tali pusat dalam keadaan terbuka atau terkena angin. Hindari menggosoknya saat memandikan bayi Anda atau mengoreknya, keringkan dengan baik setelah Anda memandikan bayi dan bila diperlukan untuk membersihkannya Anda bisa menggunakan alkohol 70 %.

3. Perawatan mata
Usap kedua mata buah hati Anda dengan bola kapas bersih yang sudah dibasahi oleh air matang atau tissue basah. Lakukan usapan pada kelopak mata bayi dari dalam ke sudut luar.

4. Perawatan kepala
Perawatan kulit kepala dan rambut bayi baru lahir sangat sederhana. Anda bisa menggunakan sabun lembut yang sama yang bayi Anda gunakan untuk mandi. Seiring usia Anda bisa mulai memberikan sampo khusus bayi yang memiliki formula agar tidak pedih di mata. Cuci rambut bayi dua sampai tiga kali dalam seminggu karena rambut bayi sebenarnya tidak terlalu kotor. Hal ini juga untuk mencegah masalah pada rambutnya dan kering pada kulit kepalanya.

Ada beberapa masalah yang umum timbul pada rambut bayi diantaranya kerak kepala, rambut yang tipis, rontok dan tidak tumbuh. Kerak kepala pada pada bayi terlihat seperti ketombe berwarna kuning kecoklatan bersisik di kulit kepala. Masalah rambut ini tidak mengganggu bayi Anda karena tidak membuat kepalanya gatal.

Cara mengatasinya bisa melalui pijatan lembut di bagian yang terdapat kerak dengan menggunakan kapas yang sudah dibasahi oleh minyak bayi. usahakan untuk tidak mengoreknya untuk mencegah terjadinya luka. Masalah ini pada umumnya akan hilang dengan sendirinya sampai bayi berusia 12 bulan.

5. Mandi
Bayi baru lahir tidak perlu dimandikan setiap hari karena ia tidak melakukan aktivitas seharian yang bisa membuat badannya kotor. Cukup dilakukan satu sampai dua kali dalam seminggu. Terlalu sering dimandikan dapat membuat kulit si kecil kering dan merusak kulitnya. Yang penting perhatikan kebersihan daerah kepala, wajah, leher, jari-jari tangan dan kaki serta area popok.

6. Menangis
Menangis adalah cara bayi baru lahir menyampaikan rasa laparnya. Pada masa ini bayi belum memiliki jadwal makan atau menyusu, ini berarti Anda akan sangat sering sekali menyusui mulai dari pagi, siang, malam bahkan tengah malam. Pada minggu-minggu selanjutnya maka Anda akan mulai bisa melihat jam makan bayi Anda.

Menangis bukan hanya pertanda bahwa bayi Anda lapar, jadi jangan terburu-buru memberikan ASI atau susu formula kepada bayi Anda, cari dulu alasannya menangis. Beberapa kemungkinan penyebab bayi menangis adalah rasa kesepian, kedinginan, popok yang basah atau kotor, perut kembung serta terkena flu dan demam. 

Tulisan di atas hanyalah sedikit penjelasan yang bisa kami bagikan kepada anda, bisa anda dapatkan Panduan lengkap tentang cara merawat bayi yang berupa Ebook yang dibuat oleh Dokter terbaik yaitu Dr. Eiyta Ardinasari yaitu silahkan kunjungi situsnya KLIK DI SINI atau klik banner di bawah ini.

Advertisements